contoh kalimat raise a hand
- And now your chance, without even raising a hand.
Dan sekarang kamu punya kesempatan untuk melakukannya. - He never raised a hand in his defense... not once.
Dia tidak melawan balik ...tidak sekalipun - If you ever raise a hand to me again, James Fraser,
Kalau kau memukulku lagi, James Fraser, - But nobody would raise a hand against Gahiji.
Tapi tak seorangpun berani pada Gahiji. - Never raised a hand against the whore.
Tak pernah kasar terhadap pelacur itu. - Sergeant scott never raised a hand.
Sersan Scott tidak pernah mengangkat tangan. - My dad was never father of the year, but at least he never raised a hand to any of us.
tapi setidaknya dia tidak pernah memukul kami. - If it happens again, if anyone raises a hand to another, they're out.
Jika itu terjadi lagi, jika ada yang mencoba menyakiti satu sama lain, Mereka harus keluar. - The next time you raise a hand to me will be the last time you have hands.
Sekali lagi kau memukulku itu akan jadi saat terakhir kau memiliki tangan. - The same way I'll know if you even think of raising a hand o your wife and son.
Cara yang sama aku akan tahu jika kau... mencoba memukul istri dan anakmu. - Emeric walked into his brother's camp unarmed, stating, "Now I shall see who will dare to raise a hand to shed the blood of the royal lineage!", according to the nearly contemporaneous Thomas the Archdeacon.
Imre berjalan ke kamp saudaranya tanpa senjata dan menyatakan, "Sekarang aku akan melihat siapa yang akan berani mengangkat tangan untuk menumpahkan darah keturunan kerajaan!", menurut Thomas Archidiaconus. - As he passed through the midst of the armed multitude, he cried out in a loud and strong voice, "Now I shall see who will dare to raise a hand to shed the blood of the royal lineage!"
Saat ia melewati tengah kerumunan orang bersenjata, ia berseru dengan suara keras dan kuat, "Sekarang saya akan melihat siapa yang berani mengangkat tangan untuk menumpahkan darah keturunan raja!" - A man who appreciates his woman, never, hear, never raise a hand to her and does not use physical strength. And if this suddenly happened, run away from such a “happiness” and boldly cross it out of your life. This is not a real man.
Seorang pria yang menghargai wanita, tidak pernah, mendengar, tidak pernah mengangkat tangan padanya dan tidak menggunakan kekuatan fisik. Dan jika ini tiba-tiba terjadi, larilah dari "kebahagiaan" dan seberani itu untuk keluar dari hidup Anda. Ini bukan pria sejati.